Menjadi tetangga Jakarta memberikan banyak keuntungan bagi Tangerang. Salah satunya menjadi jujukan warga Jakarta yang ingin berwisata ke lokasi yang tidak terlalu jauh.Tangerang juga menawarkan wisata alam pantai sepanjang 40 kilometer. Di garis pantai sepanjang itu, terdapat dua titik yang menjadi wisata andalan, yaitu Tanjung Pasir dan Tanjung Kait.
Setelah menyusuri pinggir jalan sepanjang bibir pantai tanjung kait setelah melewati sebuah kelenteng baru terlihat pintu masuk ke areal pantai tanjung kait. Di sini kami di kenakan biaya masuk sebesar Rp.3000. Hum... kesan pertama saat pertma kali tiba di area pantai yang sedikit dipadati oleh wisatawan lokal yg berenang dipantai ialah kondisi kotor dan tak terawat.padahal banyak wisatawan lokal yang memanfaatkan wisata murah yg terjangkau. Selain kotor oleh sampah-sampah yang berserakan di pinggiran pantai dan kios-kios pedagang, tingkat abrasi pantai tersebut juga sudah demikian parah sehingga membuat daratan pantai mulai terkikis habis.
Sangat memprihatinkan,..Kawasan Tanjung Kait padahal merupakan kawasan wisata potensial karena selain mengandalkan pantainya, kawasan ini juga punya wisata religius berupa vihara Tanjung Kait yang terkenal sampai luar negeri..Mudah2an PEMKAB TAngerang segera menangani masalah ini
Skip2 kita melanjutkan perjalanan, setelah bertanya pada tukang parkir arah Tanjung Pasir maka kami melanjutkan perjalanan dgn menyusuri jalan di bibir pantai tanjung kait di tepi sawah jalan yg rusak tdk beraspal, setalah melewati kantor BP2IP (badan pendidikan pelatihan ilmu pelayaran) baru kami menemukan jalan beraspal yg cukup bagus, mungkin jln ini dibuat bagus untuk akses ke kantor BP2IP. Dari sini kita terus menyusuri jalan melewati daerah cituis..trus ke pakuhaji..trus mengambil arah kiri di pertigaan Tanjung pasir.
Di Jalan menuju TAnjung Pasir kami melewati taman buaya atau taman penakaran buaya, kami blm tau persisi seperti apa, Namun kami tersu melanjutkan perjalanan ke tanjung pasir, setibanya di pintu gerbang kami dikenakan biaya RP 2500/ org dan parkir motor Rp 3000,.. hum cukup murah bukan. Setelah memarkir motor kami berdua jlan menyusuri pantai terlihat banyak perahu motor yang hilir mudik menaikan/menurunkan penumpang.
Dgn penasaran saya bertanya kemana kapal motor tersebut, Ternyata kapal motor tersebut membawa pengunjung ke pulau Untung jawa. tanjung Pasir tidak sekotor TAnjung Kait mungkin di areal ini PEmkAb Tangerang benar2 menata objek wisata ini. Tanpa pikir panjang kami pun langsung menaiki kapal tersebut dan dimintai tarif Rp 1000/org PP cukup murah bkn. Kapal Tersebut dikendalikan oleh mesin diesel sehingga suara mesinnya cukup nyaring terdengar. Sekitar 30 menit terombang ambing di laut kamipun sampai di darmaga. Pemilik kapal meberitahukan bahwa kapal akan kembali menjemput pada pukul 17:00 sore hari.
Setelah melewati darmaga ada sebuah loket untuk akses masuk hanya dgn membayar RP3000/org. Wow kesan pertama tiba di pulau ini..hum perkampungan nelayan yang tertata rapih..Untung jawa merupakan daerah kepulauan seribu yang merupakan bagian dari DKI JKT.Pantainyapun jauh sekali dibandingkan dgn tanjung kait atau Tanjung pasir, Pantainy lebih bersih.. jarang ditemukan sampah yg berserakan di bibir pantai. Di area pulau ini masyarakat stmpat menyebut penginapan sebagai "homeStay" saya sempat menanyakan ke pemilik home Stay tarif sewa per malam RP 250000 untuk kamar yang Ber AC. wah bisa jadi target liburan nih .. Dari pulau ini terlihat kota jakarta dikejauhan gedung BNI 46 pun bisa terlihat dari pulau ini, sungguh pemandangan yang menakjubkan
Skip2 waktu sudah menunjukan hapir jam 17:00 Belum puas rasanya menyusuri untung jawa, mungkinnliburan nanti akan kembali lagi untuk merasakan bermalam di pulau ini.. HUm...sudah saatny kami kembali ke darmaga untuk dijemput oleh kapar motor yg membawa kami ke pulau ini. Sesampai di darmaga banyak sekali calo2 perahu yang menawarkan menaiki perahu mereka, Tapi kami bersikeras untuk menunggu perahu yg membawa kami kesini, jam menunjukan pukul 17:45 namun perahu tersebut blm kunjung datang,. kami pun terpaksa menaiki perahu yang ditawarkan calo tersebut mengingat hari sudah mulai gelap dan ombakpun semakin besar dengan membayar lagi ongkos Rp 20000/org. Saat menyebrangi laut arus laut sedang besar2nya, kapal motor nelayan yg sederhana ini tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang memadai seperti pelampung,..wah pikiran sudah mulai kemana2 berandai-andai jika terjadi sesuatu yang mengerikan karena sempat bebrapa kali mesin kapal dimatikan karena ada ombak yang besar.Setelah 30 menit akhirnya sampai juga kami di pantai tanjung pasir, Sekedar memberi tips jika ingin menyebrang ke pulau untung jawa sebaiknya jangan pulang terlalu sore dari pulau itu karena Perahu motor yang membawa pulang sedikt jumlahnya dan yang paling buruk ombak di laut cukup besar pada sore hari.
What a nice trip.. Saatnya pulang, kami akan kembali untukmu Untung Jawa
Pic from untung java island :







